Waspadai Penipuan yang Sering Terjadi

Maraknya kasus pe-nipuan jual beli barang memang tak ada habisnya. Termasuk ketika melakukan transaksi mobil bekas. Segala cara pun dilakukan penipu untuk mengelabui orang sehingga bisa menguntungkan dirinya. Salah satunya yang kini masih terus terjadi adalah melalui pesan pendek di telepon selular (SMS). Tak sedikit pembeli maupun penjual mobil bekas yang menjadi korbannya. Dengan mengaku menjadi penjual atau pembeli mobil bekas yang tertarik dengan penawaran, cara ini dilakukan penipu secara random dengan mengirimkan sebuah pesan yang sama kepada banyak nomor telepon. Sialnya, jika salah satu pengguna nomor telepon itu benarbenar sedang ingin bertransaksi mobil bekas dan tidak waspada, jelas bisa terkecoh dan menjadi korban penipuan itu.

Misalnya seorang calon pembeli mobkas mendapat SMS yang menyatakan, “Bapak saya sudah setuju dengan tawaran harga kemarin. Silakan transfer DP dulu ke nomor rekening ini.”, bukan tidak mungkin ketika ia menerima SMS seperti ini akan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening itu. Hal yang sama bisa terjadi pula saat Anda yang menjadi penjual mobkas. Salah satu bentuk SMS yang kami dapati menyatakan, “Mobilnya masih ada atau tidak? Mau dilepas dengan harga berapa? Tolong hubungi saya di nomor … untuk nego harga”.

Penipuan via SMS ini memang lebih menantang ketimbang yang sebelumnya. Tapi itu dimaksudkan untuk menunjukkan ketertarikannya untuk membeli. Sehingga ketika penjual menelepon akan terjadi percakapan yang berujung pada Anda diminta untuk transfer sejumlah dana via ATM. Skenario lainnya, jika si penipu menjadi penjual mobkas, ia akan memasang iklan dengan berpura-pura menjual kendaraan, namun harga yang disajikan menarik perhatian alias jauh lebih rendah dari pasaran. Ini perlu diwaspadai karena targetnya adalah orangorang yang tertarik dengan harga rendah tersebut.