Tips Pemeliharaan Mesin Genset Segala Kapasitas

Tips Pemeliharaan Mesin Genset

Tips pemeliharaan Mesin Genset – Genset merupakan sebuah alat yang dapat menghasilkan daya listrik yang sering digunakan dalam situasi darurat, baik dalam acara pernikahan, kegiatan sekola, pedesaan, toko, restoran, hotel, perusahaan, dan sebagainya. Genset mempunyai manfaat besar dalam menunjang kegiatan manusia, sehingga diperlukan pemeliharaan secara baik. Di Manado, penggunaan genset sudah sangat luas, sehingga banyak ditemukan jasa dan distributor genset Manado.

Cara Pemeliharaan Genset yang Baik

Sebagai alat cadangan listrik, genset harus dirawat dan dipelihara dengan baik. Bahkan genset membutuhkan pemeliharaan secara khusus agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang serta dapat berfungsi secara maksimal. Dengan pemeliharaan dan perawatan tang baik, genset dapat bekerja secara efektif dan awet serta memberikan manfaat yang lebih bagi kehidupan manusia. Cara pemeliharaan genset yang baik adalah sebagai berikut:

diletakan di tempat yang kering

Genset singkatan dari generator set, yang berupa mesin dengan berbagai arus listrik, sehingga tidak bisa diletakn di tempat yang basah, langsung terkena terik matahari ataupun air hujan. Genset harus diletakan pada tempat yang kering dan terlindungi dari sinar matahari langsung.

menjaga kebersihan genset

Genset mempunyai berbagai rangkaian listrik, sehingga harus tetap bersih dari kotoran, debu, air dan lainya yang menempel pada genset agar tidak mudah rusak.

ganti spare part yang mengalami aus

Salah satu bagian dalam genset adalah spare part. Dalam waktu tertentu spare part akan aus dimakan waktu, sehingga spare part harus sering diganti agar genset tidak rusak atau mati secara keseluruhan.

terdapat sirkulasi udara yang baik

genset harus ditempatkan pada ruangan dengan sirkulasi yang baik dan cukup. Agar gas buangan dari genset dapat keluar dengan baik dan tidak membuat genset menjadi kotor. Sirkulasi udara yang baik dapat menjaga genset dari bahaya racun yang membuat genset tidak mudah mengalami kerusakan.

mengoperasikan genset dengan benar

Pengoperasian genset harus sesuai dengan pedoman penggunaan genset tersebut. Karena apabila pengoperasian genset tidak sesuai dengan pedoman, maka genset mudah rusak dan tidak dapat bekerja secara maksimal.

perhatikan kabel instrumen

Pada bagian kabel instrumen pada genset harus sering diperhatikan apakah ada yang terkelupas, lepas, dan ssebagainya. Karena kabel adalah bagian paling penting dalam genset.

Pemeliharaan genset yang baik dapat menambah keawetan dan penggunaan dalam jangka panjang. Serta dapat memaksimalkan genset bekerja secara optimal.

Stok Melimpah, Harga Melemah

Selama 2017, produksi bawang merah di dalam negeri tergolong baik. Namun dari segi harga, petani belum mendapat harga yang apik Upaya pemerintah agar kita bisa berswasem- bada bawang merah tampaknya sukses. Pemerintah mengklaim stok bawang merah melimpah bahkan Indonesia mampu mengekspor komoditas bernama latin Allium cepa var. aggregatum itu ke enam negara, yakni, Timor Leste, Singa – pura, Thailand, Filipina, Brunei, dan Fiji. Kendati demikian, kesuksesan tersebut belum sepenuhnya ikut dinikmati petani bawang merah di dalam negeri. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan bangga menyampaikan, impor bawang merah sudah tidak ada. Namun di sisi lain ia menerima kabar harga bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, tersungkur tinggal Rp4.000/kg. “Turun 50% – 70% dari standar yang seharusnya,” ungkap Mentan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upsus 2017, Rabu (3/1).

Antara Swasembada dan Harga

Kementerian Pertanian mencatat, sampai Oktober 2017, produksi bawang merah mencapai 1,42 juta ton. Mentan memperkirakan total produksi 2017 mencapai 1,68 juta ton atau naik 15,3% dari tahun sebelumnya. Sementara kebutuhan nasional hanya 1,25 juta ton. Artinya, swasembada tercapai dan Indonesia memiliki kemampuan ekspor. Senada dengan Mentan, pembenih bawang merah asal Brebes, Yuliana Rosmalawati berujar, produksi benihnya stabil dan diikuti hasil yang bagus pada 2017. Begitu pula penyerapan untuk benih, termasuk baik dari pihak pemerintah maupun sesama petani. Pemerintah, terang Yuli, sapaan akrabnya, menyerap benih produksinya untuk pengembangan kawasan bawang merah di beberapa wilayah di Pulau Jawa dan luar Jawa. Bisnis benih Yuli bisa dibilang lancar. Tetapi di sisi lain harga jual bawang merah konsumsi di tingkat petani sangat rendah. Pemilik CV Agropundi Lestari ini menuturkan, bawang merah hasil panen petani melimpah di tiap wilayah sentra. Belum lagi dari wilayah pengembangan kawasan bawang merah selama 2017. “Banyak yang tanam bersamaan. Jadi panen pun bersamaan. Hasil tidak semua terserap. Sebelumnya harga di tingkat petani sempat mencapai Rp25 ribu/kg, sekarang ini hanya Rp8.000/kg,” ulas Yuli. Soekam Parwadi, Direktur Pengembangan Agribisnis Paskomnas (Pasar Komoditi Nasional) membenarkan, sudah setahun ini harga cukup rendah. Penyebabnya, di daerah Sumatera juga banyak panen bawang merah. Jadi, Sumatera tidak banyak membeli bawang merah dari wilayah Jawa, malahan mengirimnya. Belum lagi wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang juga bertanam bumbu utama ini.

Tetap Optimistis

Meskipun harga jual bawang merah konsumsi te – ngah melemah di tingkat petani, Yuli tetap optimistis usaha bawang merahnya berjalan lancar pada 2018. “Optimis produksi dan harga akan stabil. Intinya pemerintah membantu, hasil panen bisa diserap dengan baik,” ungkapnya. Menyikapi harga jual yang rendah di kalangan petani, Mentan berjanji melakukan sinergi bersama pihak-pihak terkait. Bulog pun diharapkan dapat menyerap dengan harga beli sesuai kesepakatan, yaitu Rp15.000/kg. Sebagai petani, Yuli berharap harga jual yang lebih baik. “Petani tidak menuntut untung yang terlalu besar. Asalkan harga sesuai, menutup biaya produksi, dan untung tak terlalu besar, petani akan meneri – ma,” harap produsen benih bawang merah bersertifikat ini.

Menuju Planter Profesional

Sawit menjadi komoditas andalan eks – por di Indonesia. Meskipun dihantam berbagai isu negatif, nyatanya industri ini terus tumbuh dan memberikan kontribusi devisa US$18 miliar/tahun atau setara Rp225 triliun. Bahkan kinerja devisanya pada 2017 me – ningkat menjadi US$22,9 miliar. “Melebihi ekspor gas dan minyak bu mi,” tegas Dedi Junae di, Direktur Peng – olahan dan Pemasaran Hasil Perke bunan, Kemen te rian Per ta nian, dalam se mi nar yang diselenggara kan Indo – ne sian Planters Society (IPS) di Yogyakarta (1-2/7).

Melihat besarnya tantang – an industri ini, Dedi me nya – takan pentingnya pe ning kat – an kompetensi dan profesionalisme para pela ku usaha sawit, terutama planter. De – ngan planter profesional diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru yang membuat biaya produksi semakin efisien dan lestari. Ketua Umum IPS, Zulham S Koto menya – takan, dalam mewujudkan planter profesional, maka dibentuklah wadah ber ba – dan hukum. Organisasi yang baru berdiri pa da Januari 2018 ini beranggotakan le – bih dari 250 planter. “IPS ini bukan serikat pekerja. IPS adalah mitra pemerintah dan m itra pengusaha yang bertujuan me ning – katkan profesionalisme dan kompetensi para planter,” tegasnya

Sinar Mas Kejar Target Ketelusuran

Akhir 2017, Sinar Mas Agribusiness and Food menyelesaikan ketelusuran (Traceability to Plantation-TTP) 100% tandan buah segar (TBS) yang masuk ke 44 pabrik kelapa sawit (PKS) miliknya sendiri. Menurut Daniel A. Prakarsa, Head of Downstream Sustainability Implementa – tion, Sinar Mas Agribusiness and Food, dengan menyelesaikan TTP itu berarti 39% dari total rantai pasok perusahaan bisa ditelusuri dari 70 pemasok sampai ke11 ribu petani swadaya. TTP penting bagi Sinar Mas lantaran 61% pasokan bahan bakunya berupa CPO dan PKO dibeli dari 427 unit PKS independen. “Begitu kita mulai komitmen dengan ke – berlanjutan, kita harus melakukan pengenalan lebih jauh ke supplier kita. Ini pekerjaan besar.

Kita mau menggali TTP itu un – tuk menyambung rantai pasok kita, melihat mereka ada problem apa. Kita bisa mem buat mereka melakukan praktik yang lebih baik. Bagaimana kita bisa mem buat mereka lebih produktif. Kita ber usaha membantu PKS-PKS dengan membangun network yang sangat kuat sampai petani,” urai Daniel pada acara media briefing di Jakarta (17/7). Untuk mencapai target 100% TTP dari PKS independen pada 2020, Sinar Mas menggandeng Koltiva yang melakukan sensus ke seluruh rantai pasok dari pabrik, agen, petani, hingga ke kebun. “Kami menyediakan teknologi untuk mempermudah industri melakukan recording, ko – neksi, mendata, petani supplier-nya sekaligus usia tanaman, kapan masa panen ma – sing-masing wilayah. Banyak data yang bi – sa disajikan. Petani juga bisa verifikasi pa – nennya,” ungkap Ainu Rofiq, CEO Koltiva.

Pati Kawasan Nila Salin Nasional

Nila salah satu komoditas unggulan ekspor perikanan selain udang dan rumput laut. BPS mencatat, ekspor nila In – donesia mencapai 9.179 ton dengan nilai US$57,43juta pada 2017. Karena itu, Ke – men terian Kelautan dan Perikanan (KKP) ber encana menetapkan Kab. Pati, Jateng sebagai Kawasan Nila Salin Berkelanjutan Nasional. Pemilihan ini, ungkap Slamet Soebjakto, Dirjen Perikanan Budidaya, karena Pati me rupakan sentra terbesar budidaya nila sa lin dan baru yang pertama ada di Indo – nesia. “Dari aspek bisnis, pangsa pasarnya sangat terbuka lebar baik untuk domestik maupun ekspor. Apalagi, tekstur daging nila salin sangat disukai di kalangan ma – sya rakat,” ujarnya. Klasterisasi berbasis komoditas unggul an, seperti nila Salin akan lebih efektif un tuk mempercepat pergerakan ekonomi dae rah.

Apalagi kawasan ini awalnya tumbuh atas inisiatif masyarakat secara man diri. Se – mentara, permasalahan budidaya di perairan umum memicu rasionalisasi ka pasitas keramba jaring apung di Danau Toba, Sumut serta Waduk Jatiluhur dan Cirata, Jabar sehingga akan berimbas pa da penurunan produksi nila. Suplai nila pun sangat bergantung pada pengembangan budidaya di tambak seperti yang ada di Pati. “Dengan padat tebar 30 ribu ekor/ha, ra – ta-rata kami menghasilkan produksi hingga 4 ton/ha. Jika harga rata rata saat ini Rp24 ribu/kg, keuntungan yang dapat diraup kisaran Rp15 juta-Rp16 juta/siklus (3,5 bulan),” jelasnya