Imbas Positif dan Negatif

Mengawali 2016, para pelaku perkebunan nasional dihadapkan prediksi yang ku rang mengenakkan. Pasalnya, tahun ini diperkirakan hampir semua komoditas perkebun an mengalami penurunan produksi imbas kemarau berkepanjangan yang terjadi sampai akhir 2015. Perkiraan dari PT Riset Perkebunan Nusantara menyebutkan, produksi sawit tahun ini diperkira kan merosot 10% – 15%. Pada 2015, produksi ko mo ditas tersebut diprediksi sebesar 31 juta ton. Dampak dari kekeringan panjang ini dapat menurunkan produksi pada 2016 – 2017 sekitar 28 juta – 29 juta ton. Gula tebu juga diperkirakan produksinya mele – mah. Kebutuhan gula nasional akan terus mening – kat, sekitar 5,8 juta ton.

Sementara produksi gula konsumsi diprediksi turun ke level 2,38 juta ton dari 2,48 juta ton tahun ini. Teh juga ikut diprediksi menurun meski hanya se – kadar pergeseran masa panen. Sepanjang Okto ber – November 2015, ada kebun-kebun yang sama sekali tidak berproduksi. Produksi teh kita per ta hun ratarata 120 ribu ton, akibat kekeringan pada 2015 penurunan produksi teh diprediksi bisa 15% – 30%. Kopi juga ikut terkena imbas negatif El Nino. Pa nen kopi diperkirakan mundur. Biasanya Sep tem ber 2015 bergeser menjadi awal 2016. Saat ini produksi kopi yang stagnan tidak dapat mengimbangi pertumbuhan konsumsi yang mencapai 8% per ta hun. Kalau di – biarkan keadaan produksi kita seperti se ka rang, pada 2020 Indonesia bisa jadi importir kopi.