Apa itu Gender ? Pengertian GENDER

M ESKIPUN dari percakapan dan diskusi sehari-hari, ternyata kata ini sebenarnya tidak pernah terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata ”gender” sudah menjadi bagian (KBBI). Dalam aplikasi KBBI online, yang mengacu pada KBBI Daring Edisi III, yang memiliki hak cipta dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata ”gender” atau ”jender” tidak ditemukan sama sekali. Satu-satunya kata yang berhubungan dengan gender dan dapat ditemukan dalam KBBI adalah kata ”kelamin”, yang memiliki arti ”1 jodoh (lakilaki dan perempuan atau jantan dan betina); sepasang; 2 sifat jasmani atau rohani yg membedakan dua makhluk sbg betina dan jantan atau wanita dan pria”. Bila kita merujuk pada Tesaurus Bahasa Indonesia yang disusun Eko Endarmoko (2006), kata ”gender” memiliki persamaan arti dengan ”kelamin” atau ”seks”.

Lantas, bila kita mengganti kata ”gender” dengan ”kelamin”, apakah istilah populer ”kesetaraan gender” memiliki arti yang sama dengan ”kesetaraan atau persamaan kelamin”? Atau justru sebenarnya kita masih memiliki kerancuan berpikir dalam memaknai kata ”gender” itu sendiri yang merupakan cerminan dari kehidupan sosial masyarakat kita, terutama tentang bagaimana masyarakat kita memandang perempuan, laki-laki, dan gender lain yang berada di luar dua kategori tersebut? Sesungguhnya gender dan kelamin adalah dua hal yang berbeda. Sementara kelamin merujuk pada alat kelamin yang terberi secara biologis sejak lahir, gender merupakan konstruksi sosial-budaya yang dilekatkan pada perbedaan kelamin. Yang lantas dipermasalahkan oleh kelompok pejuang hak perempuan adalah, karena gender merupakan atribut dan konstruksi sosial, di dalamnya juga terdapat harapan masyarakat yang dilekatkan pada kondisi lahiriah tadi, yang sering tidak adil. Misalnya, seorang perempuan diharapkan berperilaku lemah-lembut dan feminin, sehingga perannya ditempatkan dalam ruang domestik. Sedangkan laki-laki lebih memiliki kebebasan atas pilihannya dan dapat berkiprah di ruang publik tanpa perlu dibebani masalah domestik. Inilah yang kemudian menjadi perhatian serius dalam kesetaraan gender.

Alih-alih memperjuangkan ”kesamaan kelamin”, persamaan gender mengacu pada bagaimana konstruksi gender dapat lebih adil terhadap perempuan dan laki-laki serta membebaskan keduanya dari tuntutan masyarakat yang sering merugikan perempuan. Karena gender bukan sesuatu yang alamiah, ia bisa dipertukarkan dan bersifat cair. Namun, dalam prakteknya, pertukaran gender tidak semudah itu, karena ia juga terkait erat dengan beragam pengaruh sosial, terutama ideologi yang mempengaruhi bagaimana menjadi perempuan dan laki-laki, beserta segala peran dan idealnya, dikonstruksikan pada suatu masa. Dalam sejarah Indonesia, diskursus gender tidak pernah bisa dilepaskan dari konteks sosiokultural dan historisnya. Menurut Elsbeth Locher-Scholten, pada masa kolonial di Indonesia pada 1930, peran perempuan sebagai ibu justru dianggap sebagai bagian dari perjuangan perempuan. Di tengah masuknya modernisasi dari Barat, para penggerak pemberdayaan perempuan memilih membedakan diri dengan budaya asing, terutama dari kolonial Belanda, yang dianggap bertentangan secara moral dengan budaya Indonesia. Mereka mendefinisikan identitas perempuan Indonesia dengan mengikuti model budaya Jawa, yakni perempuan sebagai ibu yang mendidik dan membesarkan anak serta sebagai pendukung laki-laki.

Meskipun kelihatan seperti melemahkan perempuan, dalam konteks saat itu, dengan menekankan peran ibu yang berpengaruh pada pendidikan generasi selanjutnya, hal tersebut memberi mereka kesempatan berpartisipasi dalam ruang publik dan turut berkontribusi untuk kemerdekaan Indonesia. Dalam Sarinah, Sukarno tidak serta-merta mengajak para perempuan Indonesia mengambil mentah-mentah konsep feminisme dari Barat. Menurut dia, para feminis di Eropa itu sendiri belum tentu puas dengan kemajuan yang diperoleh. Ketika kapitalisme masih berkuasa, perempuan dan laki-laki akan tetap tertindas. Pemberdayaan perempuan tidak dapat dilepaskan dari perjuangan sosialisme, di mana pekerjaan domestik perempuan harus diubah menjadi pekerjaan kolektif bersama. Sebagai pemuja sosialisme yang dianggap dapat meremukkan benteng penjajahan, ia turut melihat pentingnya kemajuan perempuan sebagai bagian dari perjuangan bangsa. Islam juga turut mewarnai pemikiran Sukarno tentang gender. Ia berujar bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan berpasangan dan keduanya saling melengkapi. Pada masa rezim Orde Baru, gender juga menjadi sasaran dari ideologi negara yang militeristik.

Peran perempuan kembali direduksi menjadi sekadar ibu yang berkiprah dan mendukung suami di ruang domestik, melalui pembentukan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga dan Dharma Wanita oleh pemerintah. Julia Suryakusuma menamainya ”ibuisme negara”. Tapi, di sisi lain, pada prakteknya terdapat perbedaan yang mencolok. Menurut Susan Blackburn, meski militer mempropagandakan peran ”ibuisme negara”, Departemen Tenaga Kerja justru berusaha mengeksploitasi perempuan sebagai tenaga kerja murah untuk sektor manufaktur. Karena itu, menyamakan gender dengan kelamin adalah sesuatu yang salah kaprah. Sebab, sebagai bentukan sosial, gender itu sendiri amat-sangat dinamis dan senantiasa berubah dipengaruhi ideologi tertentu. Karena itu, perjuangan kesetaraan gender tidak mengacu pada persamaan kelamin, tapi justru bagaimana menciptakan kesadaran kritis masyarakat yang tidak lagi terpaku dalam kotak-kotak gender kaku yang membatasi manusia

SITUASI PEREMPUAN: DIRI YANG TERBELAH di Kota Bunga

SITUASI PEREMPUAN: DIRI YANG TERBELAH di Kota Bunga – SEJARAH perempuan (her-story) telah dimulai lama di tanah air ini, paling tidak sejak 1911, ketika surat-surat Kartini dipublikasikan. Buku Joost Coté, Kartini: The Complete Writings 1898-1904 (2014), menggambarkan keberanian Kartini menyuarakan penolakan tradisi budaya elite Jawa yang mengekang perempuan. Kartini mengangkat suara ketika perempuan di Nusantara, bahkan di dunia, belum memiliki keberanian menolak budaya patriarki. Apakah suara Kartini berhasil? Seratus tahun kemudian perempuan Indonesia dapat menikmati kemajuan yang diidamkan Kartini. Misalnya, di bidang pendidikan dasar, sudah tidak ada kesenjangan antara perempuan dan laki-laki. Bahkan data menunjukkan keunggulan prestasi perempuan. Rancangan strategi pembangunan pun sejak 2010 telah mengarusutamakan—atau menguatkan—gender di tingkat nasional dan lokal. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja perempuan. Selain itu, kepemimpinan perempuan terus meningkat di sejumlah daerah, 24 perempuan sekarang ini menjadi bupati atau wali kota. Meskipun demikian, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki hidup perempuan.

Misalnya angka kematian ibu masih tinggi dan kesenjangan pendapatan antara perempuan dan laki-laki masih tajam. Demikian pula angka pengangguran di kalangan perempuan masih lebih tinggi dalam bidang pekerjaan formal. Seratus tahun memang tidak cukup untuk mengatasi ketertinggalan perempuan di berbagai bidang. Namun gaung kesetaraan gender sudah berbunyi dan terasa paling tidak di ruang metropolitan. Kata gender sudah tidak asing lagi dan menjadi bagian dari kosakata generasi muda. Perempuan muda menginginkan apa yang dimiliki laki-laki, yaitu karier, kesejahteraan, dan kemandirian. Mereka berkiprah di berbagai bidang dan menunjukkan kemampuan dan kegigihan untuk bersaing merebut kue ekonomi yang selama ini dikuasai laki-laki. Dalam teori feminisme, istilah seks, gender, dan feminisme menjadi tema perdebatan yang mendalam dan menarik. Feminisme membedakan seks dan gender: yang mengacu pada kondisi biologis (seks) dan yang menunjukkan konstruksi sosial (gender). Pandangan yang biologis selalu jatuh pada pemahaman kodratiah, misalnya pemahaman bahwa perempuan memiliki kodrat melahirkan dan membesarkan anak. Fakta biologis ini dianggap penentu jalan hidup dan eksistensi perempuan.

Pandangan ini cenderung mengakibatkan kebijakankebijakan yang bias dan memenjara perempuan di ranah domestik. Kesetaraan gender berargumen bahwa perempuan tidak ditentukan secara biologis, tapi dikonstruksi secara sosial. Pendapat bahwa perempuan harus didomestikasi karena kodratnya merupakan hasil konstruksi masyarakat patriarki. Karena itu, femokrat (feminis birokrat) yang menyadari akan hal ini akan menyusun kebijakan-kebijakan yang kritis terhadap masyarakat patriarkis dan mengedepankan kesetaraan perempuan. Maka penting bagi pemerintah untuk terus menyusun kebijakan yang mengikuti dan menguatkan argumentasi kesetaraan gender. Penguatan gender telah menjadi tuntutan penyusunan kebijakan publik sejak reformasi. Dampak dari penguatan gender dan gerakan organisasi perempuan di era reformasi membuahkan hasil wacana gender yang kuat di Indonesia. Persoalannya, meskipun “infrastruktur” gender telah dibangun oleh pemerintah, “suprastruktur” kultur para pembuat kebijakan masih patriarkis. Sebab, pola pikir gender masih sebatas aspek kuantitas, memastikan ada perempuan di bidang politik, ada kebijakan yang membantu mengatasi kemiskinan, kesehatan, pendidikan perempuan, dan seterusnya. Kebijakan yang pro-gender dengan bertumpu pada angka-angka pembangunan tidak memperlihatkan kemajuan signifikan pada life world perempuan. Angka kematian ibu masih tinggi, perkawinan anak marak, kekerasan terhadap perempuan meningkat, dan peraturanperaturan daerah terus mengatur ruang privat perempuan. Karena itu, menurut saya, pemberdayaan perempuan ala pemerintah berhasil secara kosmetik, tapi tidak menohok ulu hati budaya patriarki yang tetap angkuh. Untuk memperoleh keadilan yang substantif, perlu pendekatan yang radikal, yaitu feminisme. Istilah feminisme memang lebih ditakuti dibanding istilah gender. Feminisme menuntut pembongkaran ketidakadilan yang disebabkan oleh penindasan, eksploitasi, dan kekerasan sampai ke akarnya.

Feminisme menuntut pergerakan politis dan perubahan. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan yang hanya bermain di tingkat representasi tidak dapat menghapus budaya patriarki. Budaya patriarki selalu menghambat kemajuan, otonomi, dan kebebasan perempuan. Akibatnya, meskipun begitu banyak perempuan kini berambisi meningkatkan karier, memilih kehidupan yang mereka kehendaki dan mandiri, mereka tidak berdaya menghadapi budaya patriarkis yang menggurita bersama dengan paham-paham fundamentalisme. Udara kebebasan sering justru membuat perempuan tersengal-sengal karena kebijakan, lingkungan, agama, dan budaya terkontaminasi oleh virus doktrinal. Feminisme memiliki versi yang majemuk. Feminisme yang bergerak dalam platform Facebook, Twitter, dan Instagram tidak mengenal identitas tunggal tapi lebih inklusif. Versi feminisme ini disebut dalam bahasa akademis sebagai interseksionalitas. Artinya, aspek gender, etnis, dan seksualitas membentuk identitas bersama. “Life world” bukan hanya khusus untuk ruang perempuan. Sebab, gender kini dimaknai sebagai sesuatu yang cair dan tidak dikotomis laki-laki perempuan. Seorang perempuan dari tanah Aceh, beragama Islam yang kuat, bisa saja memiliki orientasi seksual sejenis dan berekspresi sebagai laki-laki. Mungkin ia tidak dapat menunjukkan kejujuran hatinya karena peraturan-peraturan setempat mengerangkeng dirinya sehingga ia hijrah ke kota besar mencari udara kebebasan. Namun, setiap kali ia kembali ke asal-usul komunitasnya, ia harus tunduk dan mengondisikan dirinya menurut aturan komunitas itu. Perempuan yang berkarier dan berambisi untuk menduduki jabatan tertinggi di perusahaan bisa saja mengalah pada aturan keluarganya yang feodal dan sistem kerabat yang menyesakkan. Seorang perempuan yang meniatkan diri menjadi pemimpin di daerahnya bisa saja harus berkompromi memakai pakaian yang direstui dan diwajibkan oleh komunitasnya.

Mereka semua feminis dan percaya pada kesetaraan perempuan, tapi mereka tidak berdaya menolak gelombang fundamentalisme yang menghantam di segala segi kehidupan mereka. Kadang gelombang itu begitu besarnya sehingga mereka harus tiarap. Seorang LGBT yang sukses dalam pekerjaan, taat beribadah, dan aktif di ranah sosial mengatakan kepada saya bahwa ia sekarang harus kembali menggunakan identitas “palsu”. Sebab, bila tidak, segerombolan orang dapat mencabut nyawanya begitu saja hanya karena ia berbeda. Pertaruhan kebebasan memang sering dibayar dengan nyawa. Dalam sejarah her-story, hal ini bukanlah aneh, Kartini pun harus bertaruh nyawa. Surat-suratnya bukan tanpa risiko, pemberontakannya bukan tanpa pengorbanan, dan sering ia harus berkompromi dalam hidupnya. Kartini hidup seratusan tahun yang lalu. Kini di zaman Internet pun kebanyakan perempuan masih mengalami situasi yang sama, diri yang tidak autentik atau diri yang terbelah.

Sumber : https://kota-bunga.net/

Lebih Baik Membawa Bekal dari Rumah

Sudahkah Anda membawakan anak-anak dan suami bekal? kami sudah mengajak seluruh Pembaca untuk melakukannya mengingat banyak manfaat yang bisa kita raih. Membawa bekal akan sangat ekonomis karena bekal yang disediakan di rumah pasti lebih hemat ketimbang membeli. Bekal yang dibuat di rumah karena dibuat dalam jumlah sedikit, pasti terjaga kebersihannya.

Berbeda dengan makanan yang dibuat masal. Belum lagi saat menjajakannya yang seringkali tidak memperhatikan soal higienitas. Anda juga tak bisa memantau kalau kalau di dalam makanan yang dibeli sudah diberi pengawet, pewarna, atau bahan tambahan yang tidak sehat. Membawakan bekal juga menciptakan hubungan keluarga yang makin erat.

Ketika menyantap bekal yang Anda buat, suami dan anak-anak akan teringat pada Anda si pembuat bekal. Mereka akan bangga dengan karya Anda yang lezat dan cinta yang Anda bagi lewat bekal yang mereka bawa. Inspirasi bekalnya bisa diambil dari resep-resep kami yang selalu lezat dan kreatif. Nah, ayo bawa bekal.

Cilok Pedas Isi Bakso dari Catering Nasi Box Jakarta

Cilok Pedas Isi Bakso dari Catering Nasi Box Jakarta – cilok merupakan jajanan yang enak dan digemari oleh banyak orang dari berbagai golongan dan daerah. Untuk itulah berikut ini kita akan bahasa mengenai cara membuat cilok yang mudah dan enak di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di warung sekitar rumah.

Bahan kulit: 250 gram tepung sagu 175 gram tepung terigu protein sedang 3 siung bawang putih, dihaluskan 1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk 1 sendok teh garam 2 batang daun seledri, diiris 3 buah cabai rawit merah, dicincang halus 2 sendok teh bawang merah goreng 300 ml air, didihkan

Bahan isi: 12 buah bakso, dipotong kotak kecil 3 butir bawang merah, dicincang halus 2 siung bawang putih, dicincang halus 5 buah cabai rawit, dicincang halus 1/2 sendok teh garam 1/4 sendok teh gula pasir 1/4 sendok teh merica bubuk 3 batang daun bawang kecil, diiris halus 25 ml air 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan saus: 50 gram kacang tanah, digoreng, dihaluskan 2 siung bawang putih, dihaluskan 500 ml air 7 sendok makan saus tomat 4 sendok makan saus sambal 1/2 sendok teh garam 1/2 sendok teh gula pasir 1/2 sendok teh cuka

Cara membuat: 1. Isi, tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit hingga harum. Masukkan bakso, garam, gula, dan merica bubuk. Aduk rata. Tuang air. Masak hingga meresap. Masukkan daun bawang. Aduk rata. 2. Kulit, Campur tepung sagu, tepung terigu, bawang putih, kaldu ayam, garam, seledri dan bawang goreng. Aduk rata. 3. Tuang air mendidih sedikit sedikit sambil diuleni hingga tercampur rata. 4. Ambil sedikit adonan. Isi dengan bahan isi. Bentuk bulat. Rebus kedalam air yang telah mendidih hingga terlihat matang. Angkat. 5. Saus, rebus bawang putih dan air hingga harum. Tambahkan kacang,saus tomat, saus sambal, garam, dan gula pasir. Masak hingga mengental. Tambahkan cuka. Aduk rata. 6. Sajikan cilok bersama sausnya.

Soto Sadang Untuk 5 Porsi

BAHAN: 300 gram daging sengkel 2 lembar daun salam 1.750 ml air 6 butir bawang merah, iris 2 siung bawang putih, iris 2 sendok teh garam 11/4 sendok teh gula pasir 1/4 sendok teh merica bubuk 50 gram emping, digoreng 1 buah tomat merah, dipotong-potong 2 tangkai daun seledri, diiris 2 batang daun bawang, diiris 21/2 sendok teh bawang merah goreng

CARA MEMBUAT: 1. Pertama Rebus daging bersama daun salam menggunakan api yang kecil sampai berkaldu. 2. Saring. Ukur kaldunya hingga 1.350ml. Potong-potong dagingnya. 3. Rebus kembali air kaldu beserta daging sapi. Masukkan bawang merah dan bawang putih. Masak hingga harum. 4. Tambahkan garam, gula dan merica bubuk. Masak hingga matang. 5. Tata emping, tomat, daun seledri, daun bawang dan bawang merah. 6. Siramkan kuah soto beserta dagingnya.

Harga Ponsel Masih Stabil

Teknorus.com – Tahun baru ternyata tidak mempengaruhi harga secara signifkan. Buktinya, kebanyakan produk berhasil bertahan dengan harga yang stabil. Misalnya saja Samsung. Harga beberapa seri Samsung ternyata naik, meskipun belum dalam jumlah yang besar, misalnya saja Samsung Galaxy Grand Prime yang menetralkan kembali harganya setelah sebelumnya mengalami penurunan. Sementara, untuk vendor-vendor lain terbilang berhasil mempertahankan harganya di pasaran.

Baca juga : Gambar Keren

Seperti Acer, Lenovo, LG, Microsoft, dan beberapa vendor global lainnya. Sama halnya dengan Samsung, beberapa seri Lenovo juga mengalami kenaikan harga. Di antara beberapa produk yang berhasil mempertahankan harganya, ternyata pentolan Asus dengan seri Zenfone-nya mengalami perubahan harga secara terus menerus, terutama untuk seri Zenfone 4 dan Zenfone 5. Beberapa minggu terakhir, kedua seri Asus tersebut terlihat terus mengalami penurunan.

Walaupun tidak terlalu besar, namun penurunan harga berlangsung terus menerus dengan jumlah tetap. Meski begitu penurunan tersebut, oleh salah seorang penjual, diklaim tidak memberikan efek besar pada perolehan pedagang, karena masih banyak yang memburu pentolan Asus ini, terutama seri Zenfone 5 yang saat ini dihargai Rp2.200.000. Sedangkan untuk smartfren, meskipun bisa dikatakan berjaya di lantai dasar Roxy dengan banyaknya pembeli, ternyata untuk seri G2 dan G2 QWERTY terpaksa harus mengalami penurunan harga.

Satu hal yang perlu diketahui, promo yang diadakan sepanjang bulan Desember kemarin mungkin masih bisa berlaku selama beberapa hari setelah tahun baru. Misal, promo Kado Spesial Samsung. Promo tersebut sudah habis terhitung sejak tanggal 31 Desember 2014. Promo yang masih berjalan adalah promo Spesial Price untuk Galaxy Note 4 dan Galaxy S5.

Jadi harus lebih teliti sebelum membeli. Jangan sampai anda tidak mengetahui informasi akhirnya mengharapkan promo yang sesungguhnya sudah habis masa berlakunya. Di samping itu semua, secara keseluruhan, belum ada geliat yang besar dalam pergerakan harga smartphone di ITC Roxy Mas. Berikut kami hadirkan kembali beberapa ponsel yang mengalami penurunan harga di ITC Roxy Mas.

Sistem pembayaran

Jika Anda sudah memproses dan melengkapi pilihan nama domain dan juga layanan hosting di web hosting yang Anda percaya, Anda bisa melakukan pembayaran agar nama domain dan hosting Anda bisa segera digunakan. Untuk penyedia layanan lokal, umumnya dapat menggunakan sistem transfer manual maupun melalui e-banking. Bahkan, beberapa penyedia layanan juga melayani pembayaran melalui kartu kredit dan PayPal.

Sistem pembayaran yang beragam ini cukup memudahkan kita dalam menentukan sistem yang paling nyaman, termasuk untuk perpanjangan layanan dengan sistem deposit. Deposit merupakan fitur layanan yang memudahkan kita yang tidak mudah mengingat deadline pembayaran, meskipun penyedia layanan akan menghubungi kita lewat email jika sudah dekat jatuh temponya.

Jika menaruh dana dalam jumlah tertentu di deposit (disarankan sama atau lebih besar dengan biaya tagihan perpanjangan domain dan hosting), dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran. Hal ini cukup menjaga kita dari terlambatnya pembayaran biaya domain dan hosting yang bisa berujung pada denda, bahkan dilepaskannya kita dari kepemilikan domain atau hosting. Penyedia layanan dari luar negeri tentu saja hanya menggunakan sistem pembayaran dari kartu kredit dan PayPal saja.

Hal ini dikarenakan tidak memungkinkannya bagi kita untuk mentransfer dananya secara manual. Bisa ditebak, biaya yang dibutuhkan bukanlah dalam satuan “Rupiah”, melainkan umumnya menggunakan US Dollar. Pembayaran ini akan dikonversi menjadi rupiah ketika tagihan kartu kredit muncul, mengikuti kurs yang beredar saat transaksi terjadi. Penyedia layanan dari luar seperti Hostgator.com, menyediakan harga yang cukup menarik karena memberikan kebebasan dalam jumlah domain dan juga kapasitas storage hingga unlimited (tanpa batas) dengan biaya kurang dari Rp. 50.000,00 per bulannya. Biaya ini cukup murah jika Anda memiliki banyak domain dengan file yang berukuran besar seperti gambar.

Serasa Bersantap Di Negeri Bollywood

Tidak hanya akan dibikin terperanjat oleh cita rasa masakan yang menggoyang lidah, melainkan juga akan dibuat terkagum-kagum oleh keanggunan arsitektur khas Bollywood. Untuk Anda yang mengaku penggemar kudapan khas Negeri Bollywod, kurang pas rasanya apabila tidak mencicipi masakan di The Royal Kitchen. Sebuah restoran Khas Negeri Bollywoood yang terletak di bilangan Mal Belagio, Mega kuningan JakSel. Tidak cuma menyuguhkan masakan terbaik dari India, namun sang pemilik restoran juga merupakan warga asli dari India. Deepak Malik, seakan mengajak para pengunjung untuk menikmati keanggunan dan keindahan khas India melalui seni desain interior restoran miliknya itu.

Diakui Jenny Kartika, desainer yang mewujudkan imaji Deepak, konsep resto mengadopsi gaya arsitektur Mughal, yakni perpaduan desain India Persia dan Turki yang kental dengan penggunaan warna pualam, bentuk lengkung pada fasad, serta penggunaan material alami pada interiornya. Penerapan arsitektur ini dapat terlihat pada bangunan Taj Mahal di India. Terinspirasi dari desain bangunan di masa lampau tersebut, sang desainer pun menerapkan bentuk kubah pada elemen pintu dan jendela utama. Sementara itu, unsur material alami diterapkan di area interior.

Material alami yang paling mendominasi adalah penggunaan batu alam yang terpasang di hampir seluruh dinding resto. Dan ketinggalan lagi permainan bilah kayu yang menjadi penopang area plafon memberikan pemandangan yang menarik. Pada dindingnya dihiasi permadani yang biasanya digunakan untuk menutup lantai. Pun dengan cawan-cawan bernuansa emas.

Bukan untuk menjadi tempat air, justru cawan ini menjadi elemen sebagai pemanis yang bagus di dalam ruangan. Di bagian tengah terdapat sebuah meja khusus untuk melayani menu buffet. Yang menu tersebut hanya tersedia selama jam makan siang saja, yaitu pukul 12 siang sampai 15 sore. Diluar jam tersebut tamu akan disuguhkan menu ala carte.

The Royal Kitchen sangat cocok untuk Anda yang ingin merasakan sensasi bersantap ala negeri Bollywood. Walaupun sarat akan elemen arsitektur Mughal, sang desainer tak luput menyisipkan unsur modern ke dalam interiornya. Lihat saja desain lampu yang dibuat dari rangkaian kap lampu ini. Pendaran cahaya kuningnya mampu memberikan suasana hangat pada ruangan. Tak selamanya batu digunakan di area luar ruangan. Di resto ini justru elemen batu-lah yang mendominasi. Jenis batu yang digunakan adalah lempengan batu palimanan yang dipasang dengan cara ditempel dan disusun sesuai dengan bentuk bilah batu. Pemasangan batu ini hanya boleh dilakukan oleh satu orang yang sama, agar polanya tidak terjaga dan tidak berubah.

Tak ketinggalan pula sebuah genset yang digunakan sebagai sumber listrik cadangan agar tamu tetap menikmati kenyamanan meskipun sedang terjadi pemadaman listrik. Genset tersebut didapatkan dengan harga menarik melalui Suplier resmi Jual Genset Bali yang memberikan garansi resmi serta diskon harga.

Anak Mudah Dirayu Bagian 2

BUKAN HAL TABU, KOK!

Umumnya orangtua menganggap, pertanyaan yang diajukan anak terlalu dewasa sehingga sulit menjelaskannya dengan bahasa yang baku, akan terkesan “porno” jika menjawab dengan jujur. Maklumlah, kendati zaman sudah berubah, masih banyak orangtua yang menganggap tabu bicara soal seks pada anak. Padahal, anak sangat membutuhkan jawaban atas pertanyaan yang diajukannya.

Jikapun orangtua menjawab, tak jarang modelnya seperti jawaban yang diberikan oleh Mama Sumartini. Jelas, anak tak akan puas! Kalau sudah begini, anak akan bingung dengan informasi yang ia dapatkan. Bukan tidak mungkin, ia pun urung untuk bertanya lagi ataupun berdiskusi. Yang lebih mengkhawatirkan, anak akan mencari tahu jawabannya sendiri, bereksperimen sendiri, mengakses situs-situs dewasa, dan karena ketidaktahuannya, mungkin saja anak mudah dibujuk oleh predator seks.

Ya, anak-anak yang menjadi korban kejahatan seksual, umumnya tidak dibekali pendidikan seksual yang baik sehingga mereka mudah masuk perangkapnya. Sebaiknya, jangan lagi meng anggap tabu berbicara tentang seks kepada anak. Buang anggapan kalau berbicara tentang seks seolah-olah kita mengenalkan anak pada cara berhubung an seksual. Berbicara tentang seks kepada anak bertujuan agar anak memahami dengan benar apa yang harus ia lakukan terhadap organ seksualnya.

Ketahuilah, kata “seks” sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hal yang berhubungan dengan alat kelamin. Berarti bisa jenis kelamin, cara pipis yang berbeda, kesehatan kelamin, kebersihan kelamin, keamanan kelamin, jadi bukan sematamata berhubungan seks. Yang terpenting lagi, dengan kita membekali pendidikan seks, besar kemungkinan anak bisa terhindar dari tindak an pelecehan seks.

Anak Mudah Dirayu

pascal-edu.com – Saya seorang ibu dengan dua putri usia 9 dan 7 tahun. Akhir-akhir ini kita sering miris mendengar di media massa tentang anak dilecehkan secara seksual oleh orang dewasa (pedofil). Ironisnya, orang dewasa itu sering kali adalah orang yang dekat atau dipercaya anak. Terus terang, kejadiankejadian itu meresahkan saya, mengingat saya juga bekerja, tidak bisa setiap saat berada di dekat anak-anak. Adakah ciri-ciri orang yang perlu kita curigai suka kepada anakanak secara seksual?

Lalu bagaimana kita menerangkan kepada anak, bahwa tidak semua orang dewasa di sekitar mereka itu baik? Bagaimana memberi bekal kepada mereka agar bisa menangkal pelecehan, terutama pelecehan seksual? Terima kasih. Tak dapat dimungkiri, surat yang dilayangkan oleh Mama Inez Erlita dari Jakarta kepada pengasuh rubrik “Tanya Jawab Psikologi” nakita ini, sesungguhnya mewakili kecemasan kita semua, para orangtua. Betapa tidak? Coba saja Mama Papa simak berita-berita di media massa, baik cetak maupun audio dan audio-visual.

Bahkan, guru dan orangtua kandung yang notabene harusnya melindungi anak juga menjadi predator seks pada anak. Sungguh ironis! Mirisnya lagi, anak-anak pun “ikut-ikutan” menjadi sang “pelaku”. Seorang siswa kelas 4 SD di kecamatan Medan Baru, Sumatera Utara memaksa teman sekolahnya anak perempuan masuk ke kamar mandi, lalu menelanjanginya dan menyentuh alat kelaminnya dengan alat-alat tertentu seperti sikat kamar mandi. Sementara di Manado, anak laki-laki yang baru berusia 11 tahun memaksa anak perempuan 7 tahun mengisap penisnya. Masih banyak lagi kasus lainnya yang senada itu. Duh!

PENDIDIKAN SEKS

Tentu, banyak faktor yang membuat anak menjadi korban atau bahkan “pelaku” kejahatan seks. Namun, tak perlulah mencari siapa yang salah, karena sesungguhnya ini masalah kita bersama. Yang lebih penting adalah bagaimana mencegahnya agar hal tersebut tak dialami anak. Apalagi, saat ini informasi yang terkait dengan seks begitu banyak. Film di teve, Itu yang terdeteksi. Bagaimana jika anak diam-diam mengakses situs porno dari gadget-nya di dalam kamar?

Wah! Pastilah akan timbul banyak sekali pertanyaan pada diri anak yang membutuhkan jawaban tepat. Bahkan, tak sedikit anak yang ingin meniru adegan tersebut, lalu mempraktikkannya ke teman sebayanya, seperti dilakukan anak-anak SD pada kasus di atas. Itulah mengapa, pendidikan seks yang tepat dan lengkap wajib diberikan ke anak.

ANAK BERTANYA, MAMA BINGUNG

Sayangnya, kebanyakan orang – tua tak siap menjawab per tanya an seputar seks. Jangan kan untuk menjawab, mendengar anaknya bertanya tentang seks saja, si orangtua sudah terkaget-kaget. Wajarlah kalau kemudian orangtua pun bingung atau malah jadi panik lantaran tak tahu harus menjawab apa. “Waktu itu kami nonton film remaja di teve. Pas adegan orangtua si remaja bermesraan di ranjang, anak saya tanya, ‘Itu papa mamanya kenapa berantem, Ma?’ Kaget juga dan bingung mau jawab apa,” tutur Diana Gisella, mama seorang putri berusia 4 tahun.

Begitu pun Yuliana Khouw, tak menyangka sama sekali kalau Lauryn, buah hatinya yang berusia 3,1 tahun dan memiliki seorang adik lakilaki, akan mengajukan pertanyaan ini, “Mama… Dedek Nick, kok pipisnya berdiri dan ada burungnya? Lauryn kok nggak ada, Ma? Kenapa Lauryn pipisnya jongkok?” Sementara buah hati Ni Luh Sumartini dan Lina Ayu Kusumah yang sudah masuk usia sekolah mulai bertanyatanya tentang haid dan mimpi basah. “Dengan bahasa sederhana aku jelasin supaya dia mengerti karena umurnya baru 8 tahun,” ujar Lina.

Tak demikian dengan Sumartini, “Saya hanya menjawab, itu dialami saat Kakak mulai masuk masa dewasa. Akan lebih jelas pada saatnya nanti, sekarang belum saatnya.” Rianti justru tertawa geli saat anak laki-lakinya yang berusia 7 tahun bertanya tentang adik perempuannya yang tak memiliki penis. “Dia bilang, Adek sudah disunat ya, kok burung Adek sudah tidak ada?” paparnya.